Senin, 24 Agustus 2009

Berpuasa bagi Penderita Penyakit Akut

JAKARTA-- Berpuasa merupakan kewajiban setiap muslim. Nyatanya, manfat puasa memiliki keterkaitan erat dengan kesehatan tubuh. Dunia medis sendiri mengakui, puasa merupakan momen yang tepat bagi tubuh mereparasi diri usai menjalani kegiatan berat selama setahun.

Namun, bagaimana dengan pasien penderita penyakit akut seperti jantung, diabetes, hipertensi dan kanker? Bisakah mereka berpuasa layaknya orang sehat?

Seperti diketahui, banyak pasien yang ingin berpuasa namun terbentur dengan pengobatan yang dijalaninya. Akan tetapi, benturan itu bisa teratasi dengan kordinasi dokter dan pasien dalam menganalisis kemungkinan untuk berpuasa. Dengan begitu, dokter bisa menyalurkan aspirasi keinginan berpuasa pasien, dan pasien bisa menerima segala keputusan dokter tentang kemungkinan berpuasa.

Ahli Cerna Rumah sakit Asri, Jakarta , Dr. Agus Sudiro Waspodo menyatakan kegiatan berpuasa bagi pasien penyakit berat sangat mungkin dilakukan dengan catatan harus melalui kontrol ketat minimal dua minggu sebelum puasa. Dengan kontrol ketat itu, pasien dapat mengetahui bisa atau tidak menjalani kegiatan berpuasa.

"Penderita penyakit yang terkontrol akan dimungkinkan menghindari efek perubahan pola saat berpuasa. Sementara bagi penderita yang belum menjalani kontrol diyakini akan mengalami kesulitan beradaptasi bahkan bisa tergolong membahayakan dirinya sendiri," tutur dia kepada Republika Online, akhir pekan lalu.

Kontrol yang dimaksud menyangkut beberapa aspek seperti kandungan gula darah, tekanan darah dan kandungan kolesterol. Bila ketiga aspek tergolong aman maka dokter pun akan mengizinkan pasien berpuasa. Meski terbilang aman,pasien tetap disarankan waspada dan mengkontrol dirinya sendiri walau dokter turut pula memantau.

Terstruktur

Pendapat yang sama juga diutarakan Ahli Penyakit dalam Kardiovaskular, Rumah Sakit Asri, Jakarta, Dr. Kasim Rasjidi. Menurut Kasim, semua dokter sebenarnya menganjurkan pasien untuk berpuasa. Pasien yang berpuasa akan merasakan bagiamana membentuk sebuah pola gaya hidup yang baik dan terstruktur. Pola yang harusnya bisa dilakukan tidak hanya saat berpuasa tapi dalam keseharian.

Kasim lantas mencontohkan penderita diabetes tipe 2. Puasa bagi penderita diabetes bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Tetap Dengan catatan, pasien harus melalui kontrol gula darah sebelum menjelang puasa guna menghindari resiko komplikasi macam hipoglokemia (kandungan kadar gula dalam darah rendah) dan hiperglokimia (kandungan kadar gula dalam darah rendah). Selain itu,kadar gula pada penderita diabetes disarankan dalam level tinggi.

Kasim menjelaskan, bila kondisi kadar gula dalam darah berada pada level rendah bisa berpotensi besar mengalami hipoglokemia dan berakibat fatal bila diteruskan berpuasa."Otak kita memerlukan pasokan nutrisi berupa glukosa dalam darah. Bila pasokan berkurang maka berdampak pada kerusakan otak," ungkapnya.

Dia menekankan, penderita diabetes harus memperhatikan dua hal yaitu obat dan pola makan. Pola konsumsi obat disesuaikan dengan kondisi dimana obat berfungsi menjaga kadar gula tetap stabil. Sedangkan pola konsumsi pasien tidak berubah, tetap memperhatikan kandungan kalori dan gula dalam makanan.

Pasien juga dianjurkan tidak mengkonsumsi makanan olahan yang mengandung gula langsung. "kebutuhan makanan disesuaikan dengan tubuh, Dengarkan tubuh kita. Setelah itu ikuti dengan pengobatan dan kebiasaan makan," ujarnya.

Kasim mencontohkan,pasien boleh mengkonsumsi nasi putih asalkan tetap memperhatikan kadar kalori dan gulanya.

Dikendalikan Sama halnya dengan penderita diabetes, bagi penderita penyakit jantung dan kanker juga dimungkinkan berpuasa.

Yang paling penting diperhatikan pada penyakit jantung korone yagn tercatat sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia yaitu pengendalian faktor pencetus pada saat berpuasa.

Faktor risiko yang bisa dikontrol atau diubah adalah pola makan, kebiasaan bergerak, merokok, kondisi hipertensi, status diabetes, dan kelebihan berat badan dimana faktor pencetusnya adalah stres dan alkohol.

”Dengan berpuasa, segala faktor pencetus dapat dihindari. Makan menjadi lebih teratur, kebiasaan merokok terkurangi, pikiran lebih tenang sehingga jauh dari stres,” tutur Kasim.Dengan berpuasa, maka kelebihan berat badan sebagai salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner dapat dikurangi. Hasil dari berpuasa sehat bisa menyebabkan tekanan darah dan keseimbangan kadar kolesterol ataupun gula darah menjadi terkontrol.

Demikian pula dengan penyakit kanker, khusus diluar penyakit yang menyerang pencernaan semisal kanker serviks dan payudara memang dimungkinkan berpuasa. Akan tetapi penggunaan obat dalam beberapa jenis kanker yang mengakibatkan efek muntah tentu menjadi pertimbangan untuk tidak berpuasa.Pada akhirnya, baik dari kedua dokter berpendapat apa yang diinginkan pasien untuk berpuasa tergantung dengan kondisi, niat dan kepatuhan pasien terhadap anjuran dokter.

Dengan begitu ragam resiko bisa dihindari saat berpuasa. (cr2/rin)

dari : Republika online

Studi: Obat Tamiflu tak Cocok Buat Orang Dewasa Sehat

WASHINGTON--Obat flu Tamiflu dan Relenza mungkin tak cocok untuk mengobati influenza musiman pada orang dewasa yang sehat, kata beberapa peneliti Inggris, Jumat."Merekomendasikan penggunaan obat anti-virus bagi perawatan orang yang memiliki beberapa gejala tampaknya bukan jalur tindakan yang paling cocok," tulis Jane Burch dari University of York, dan rekannya.
Studi mereka, yang disiarkan di dalam "Lancet Infectious Diseases", mendukung saran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) --yang menyatakan pasien sehat yang terserang flu babi H1N1 tanpa menderita komplikasi tak memerlukan pengobatan anti-virus.Tamiflu, yang dibuat oleh perusahaan Swiss, Roche, berdasarkan lisensi dari Gilead Sciences Inc., adalah pil yang dapat mengobati dan mencegah segala jenis virus influenza A.
Zanamivir, yang dibuat oleh GlaxoSmithKline, berdasarkan lisensi dari perusahaan Australia, Biota, dan dijual dengan merek Relenza, adalah obat hirup di klas yang sama.WHO sangat menyarankan penggunaan kedua obat itu buat perempuan hamil, pasien dengan kondisi medis yang mendasari dan anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun, karena mereka menghadapi resiko yang meningkat terhadap penyakit yang lebih parah.
Tim Burch mengkaji beragam studi yang diterbitkan mengenai Tamiflu dan Relenza. "Kami menyajikan hasilnya buat orang dewasa yang sehat dan orang yang menghadapi resiko komplikasi yang berkaitan dengan influenza," tulis mereka.Mereka mendapati kedua obat tersebut, rata-rata, memangkas setengah hari hari saat pasien sakit. Influenza biasanya mempengaruhi orang selama sekitar satu pekan.
Obat itu memberi hasil sedikit lebih baik pada orang yang memiliki resiko komplikasi, seperti pasien yang menderita diabetes atau asme, sementara Relenza mengurangi rasa sakit hampir satu hari dan Tamiflu sebanyak tiga-perempat per hari.Itu menunjukkan obat tersebut mesti diberikan kepada orang yang paling memerlukannya, kata para peneliti tersebut.
Banyak negara telah menimbun kedua obat itu. Flu babi H1N1 telah dinyatakan sebagai wabah dan menyebar ke seluruh dunia. Para pejabat kesehatan AS, Jumat, mengatakan penyakit tersebut masih bertambah parah di Jepang, kondisi membaik di Inggris dan masih aktif di Amerika Serikat.Flu jarang menyerang di semua ketiga negara itu pada Agustus. Pabrik global menduga tak dapat menyediakan vaksin tersebut sampai akhir September atau Oktober.
ant/rtr/kpo


Dari Republika online

Kamis, 30 Juli 2009

SETETES DARAH ANDA BERGUNA UNTUK SESAMA


Ketua penyelenggara donor darah dr. Adi Ayu MP SpPD











Ibu Samatha menyempatkan untuk menyumbangkan darah nya walaupun kelihatan takut..













Petugas perawat dan Security RS Puri Indah




Panitia Donor darah dan petugas PMI 30 jully 2009






PANITIA DONOR DARAH 30 jULLY 2009











sukarelawan dan sukarelawati (Ibu Debby, Pak Ferdinan, Ibu Elfrida)







Kamis, 30 Jully 2009, lantai 5 RS Puriindah terlihat meriah dengan kedatangan sukarelawan yang ingin menyumbangkan darah bagi yang membutuhkan, bekerja sama dengan PMI setempat RS Puri Indah menyelenggarakan donor darah bagi karyawan dan umum Terlihat di sana spanduk bertuliskan SETETES DARAH ANDA BERGUNA UNTUK SESAMA mulai dari Bill Board hingga spanduk di tempat penyelenggaraan


Tujuan utama diadakannya donor darah tersebut adalah untuk membantu PMI dalam ketersediaan stok darah. Acara donor darah ini tepatnya diadakan di ruang sebaguna ”CEMPAKA” lt 5 RS Puriindah (Pondok Indah Healthcare group) Ini adalah kali ke dua penyelenggaraan Donor Darah di RS Puri Indah

Respon yang datang dari berbagai pihak sangat baik. Hal ini terbukti dengan antrian panjang para pendonor. Acara yang dimulai pukul 10.00 dan berakhir pukul 15.00 pada pukul 9:00 sudah dipenuhi oleh pendonor berhasil mengumpulkan kantong darah sebanyak 206 kantong. Meskipun antrian masih panjang seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, panitia terpaksa menghentikan acara karena waktu yang disediakan pihak PMI terbatas dan tempat tidur yang disediakan hanya 10 tempat tidur serta keterbatasan tenaga PMI. Hal ini sangat disayangkan karena masih banyak peserta yang mendaftar dan tidak sempat ditangani .

Penyelenggaraan ini terlihat sukses disebabkan karena minat dan kesadaran warga RS Puri Indah dan sekitarnya untuk membantu sesama juga dikarenakan oleh publikasi pra acara yang proaktif seperti pemasangan Pamflet-pamflet dan poster-poster yang sudah mewarnai seluruh penjuru Puri Indah sejak beberapa minggu sebelumnya. Terlihat kesiapan kepanitiaannya sangat siap dan profesional Bahkan pada satu hari sebelum pelaksanaan dan juga saat acara berlangsung masih tetap dilakukan anjuran-anjuran leawat mulut ke mulut maupun menggunakan fasilitas facebook yang saat ini sedang digandrungi berbagai kalangan

Acara ini berjalan cukup lancar. Pendonor yang telah selesai mendonorkan darahnya sebelum pergi disediakan minuman hangat dan dingin, vitamin, mie instant serta makanan fast food Jepang oleh RS Puri Indah dan PMI, disamping itu terlihat ada partisipasi sebuah perusahaan MLM yang cukup diperhitungkan di Indonesia menyediakan minuman tambahan

Penyelenggaraann donor ini akan dilanjutkan 3 bulan mendatang tentunya dengan persiapan yang lebih matang dan penyelenggaraan yang lebih sempurna lagi, Bravo Donor Darah RS Puriindah


Posted by pharmacy RS Puriindah